Posts Tagged ‘mulut’

Articles

ORGAN PENCERNAAN(1)

In Sistem Pencernaan on March 26, 2011 by biology911 Tagged: , , , ,

Organ pencernaan dapat dibagi menjadi 2, yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.  Saluran pencernaan memanjang mulai dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, rektum dan anus. Kelenjar pencernaan meliputi kelenjar ludah, hati dan pankreas. Sistem pencernaan juga dilengkapi dengan organ lain seperti lidah, gigi dan kantung empedu yang membantu dalam proses pencernaan makanan.

1.       MULUT

Mulut merupakan tempat pertama makanan masuk ke dalam tubuh.  Dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah yang membantu dalam proses pencernaan makanan.

a.       Gigi

Gigi berperan dalam proses penceranaan secara mekanik dengan cara memecah makanan yang kita makan hingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (=mengunyah makanan). Gigi manusia mengalami pergantian sebanyak 2 kali selama hidupnya. Gigi susu  merupakan gigi pertama manusia yang tumbuh pada usia sekitar 6 bulan hingga mencapai jumlah 20 gigi pada usia 2 tahun.  Gigi ini secara bertahap akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen yang berjumlah 32 gigi.

b.      Lidah

Lidah tersusun atas otot lurik. Pada permukaan atas lidah terdapat tonjolan-tonjolan yang disebut “papila” yang mengandung puting pengecap.  Ada 3 macam papila yang dijumpai pada manusia, yaitu papila filiformis, papila fungiformis, dan papila sirkumvalata. Papila filiformis banyak dijumpai pada bagian depan lidah, nampak sebagai tonjolan runcing. Papila fungiformis dan sirkumvalata banyak dijumpai di bagian belakang lidah, semuanya mengandung puting kecap. Selain sebagai tempat indera perasa, lidah juga berperanan dalam proses mengunyah makanan dengan menjaga makanan tetap pada posisinya diantara gigi.

Gambar 1. Tiga jenis papila yang dijumpai pada lidah manusia (Rizzo,2001:341)

c.       Kelenjar ludah

Kelenjar ludah menghasilkan ludah yang berfungsi dalam pencernaan secara kimiawi dengan adanya enzim ptialin (=amilase). Ludah dihasilkan oleh 3 kelenjar utama, yaitu  kelenjar parotis, kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibularis.  Ludah sebagian besar (99,5%) tersusun oleh air dan sisanya (0,5%) berupa  larutan yang mengandung :

  • Klorida yang berfungsi mengaktifkan enzim amilase
  • Amilase yang memecah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana
  • Bikarbonat dan fosfat, sebagai larutan bufer yang menjaga pH ludah tetap pada kisaran 6,35 hingga 6,85
  • Mukus/lendir untuk melumasi makanan
  • Enzim lisozim yang berperan dalam menghancurkan bakteri sehingga melindungi membran mukosa lidah dari infeksi serta melindungi gigi dari kerusakan.

Gambar 2. Kelenjar ludah (Rizzo,2001:342)

Makanan yang sudah dikunyah serta dicampur dengan ezim ptialin dimulut akan berbentuk bolus yang siap ditelan.

Advertisements

Articles

Rangkuman Pencernaan dan Penyerapan Makanan

In Sistem Pencernaan on March 26, 2011 by biology911 Tagged: , , , , , , , ,

Lokasi Sekresi Substansi makanan Aktivitas pencernaan Aktivitas penyerapan
Mulut Saliva : amilase (ptyalin), mukus, lisozim Protein

 

Tidak ada Tidak ada
Karbohidrat Enzim amilase memecah polisakarida menjadi disakarida maltose dan dextrin. Tidak ada
Lemak Tidak ada Tidak ada
Ventrikulus Gastric juice : hydrocloric acid (HCl), pepsinogen, lipase, mukus, faktor intrinsik Protein Pepsin (yang merupakan bentuk aktif dari pepsinogen yang diaktifkan oleh HCl) mengubah protein menjadi polipeptida (proteosa, pepton,dan asam amino).

HCl berperan dalam denaturasi protein.

Tidak ada
Karbohidrat Beberapa pencernaan karbohidrat terus berlangsung namun enzim amilase menjadi inaktif karena keasaman lambung. Tidak ada
Lemak Lipase menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Tidak ada
Intestinum tenue (usus halus) Intestinal juice : mukus, garam.

Sekresi mikrovili : enterokinase, disakaridase, aminopeptidase.

Pancreatic juice : enzim2 proteolitik (trypsinogen, chymotrypsinogen, procarboxypeptidase ), amilase pankreas, lipase pankreas.

Sekresi hati : empedu

Protein Enzim proteolitik pankreas memecah ikatan peptida yang berbeda menghasilkan asam amino dan peptida dengan ukuran kecil (trypsinogen diaktifkan dan diubah menjadi trypsin oleh enterokinase. Chymotrypsinogen dan procarboxypeptidase diaktifkan dan diubah menjadi chymotrypsin dan carboxypeptidase oleh aktivitas trypsin).

Enzim aminopeptidase mengubah peptida menjadi asam amino.

Diserap dalam bentuk asam amino menuju ke kapiler darah melalui vili intestinalis oleh transport aktif.

Elektrolit seperti Na, Cl, potassium dan Ca diserap melalui dinding usus halus melalui transport aktif.

Karbohidrat Amilase pankreas mengubah polisakarida menjadi monosakarida dan disakarida, terutama menjadi maltosa.

Disakarida maltase mengubah maltosa menjadi monosakarida glukosa.

Disakarida laktase mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Disakarida sucrase mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

Enzim amilase intestinal mengubah gula kompleks menjadi disakarida

Gula sederhana diserap melalui mekanisme transport aktif menuju kapiler darah di vili intestinalis. Galaktosa merupakan bentuk gula yang siap diserap. Fruktosa diserap melalui difusi terfasilitasi.

 

Lemak Lipase pankreas mengubah lemak menjadi asam lemak  dan gliserol.

Garam empedu mengubah lemak menjadi lemak teremulsi.

Lipase intestinal mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

Kebanyakan (60 sd 70 % diemulsifikasi oleh garam empedu dan diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol melalui lacteal di vili intestinalis menuju ke sirkulasi darah melalui lymphatic thoracic duct. Lemak sisanya, yang telah dipecah oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol, terlarut dalam air dan memasuki vili menuju ke hati melalui sistem porta hepatika.
Intestinum crassum (usus besar) Mukus Protein, karbohidrat, dan lemak Tidak ada Tidak ada