Articles

ORGAN PENCERNAAN(3)

In Sistem Pencernaan on March 26, 2011 by biology911 Tagged: , , , , ,

4.       LAMBUNG

Lambung merupakan saluran pencernaan yang membesar, tersusun atas otot. Letaknya di rongga  perut sebalah atas, tepat dibawah diafragma.  Ketika lambung kosong, ukurannya hanya sebesar sosis berukuran besar. Lambung terbagi menjadi 4 bagian, yaitu kardia (terletak didekat otot spingter), fundus (bagian yang membulat terletak di atas sebelah kiri), badan (bagian terbesar lambung, terletak di bawah fundus), dan pilorus (bagian bawah yang menyempit, berbatasan dengan usus halus oleh otot spingter pilorus).  Bagian lambung yang berbatasan dengan lumen dibatasi oleh jaringan epitel kolumner selapis yang membentuk tonjolan, disebut “rugae”. Parit-parit yang dibentuk dinamakan “gastric pits”, yang tersusun oleh sel-sel yang menghasilkan sekret. Ada 3 macam jenis sel, yaitu (1) sel zimogen yang menghasilkan enzim pepsinogen, (2) sel parietal, yang menghasilkan HCl dan faktor intrinsik yang diperlukan dalam penyerapan vitamin B12, dan (3) sel mukosa yang menghasilkan lendir.  Sekret dari ketiga sel ini secara keseluruhuan disebut sebagai cairan lambung (“gastric juice”).   HCl (asam klorida) berperan dalam mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin, selain itu juga berperan dalam membunuh mikroorganisme yang masuk ke lambung. Enzim pepsin (bentuk aktiv dari pepsinogen) memulai penceranaan protein di lambung dan mukus/lendir yang melindungi dinding lambung dari erosi akibat cairan lambung yang asam. Dalam lambung terjadi pencernaan protein dengan adanya enzim pepsin (bentuk aktif dari pepsinogen ). Karbohidrat hanya sedikit mengalami pencernaan di lambung dikarenakan tingkat keasaman lambung yang membuat enzim amilase menjadi inaktif. Lemak tidak mengalami pencernaan dilambung.

Lambung tersusun oleh lapisan otot polos dengan tiga lapisan, yakni sirkular, longitudinal dan oblique/miring. Tiga lapisan otot ini memmungkinkan lambung berkontraksi ke segala arah sehingga terjadi pencernaan secara mekanik menghasilkan suatu cairan kental yang disebut “khime”. Khime ini kemudian disalurkan menuju ke usus halus melalui piloric sphingter yang membuka. Setelah khime masuk ke usus halus, sphingter ini menutup kembali untuk mejaga agar khime tidak kembali lagi ke lambung.

Gambar 5. Anatomi lambung (Rizzo,2001:346)

 

5.       USUS HALUS

Usus halus berdiameter sekitar 2,5 cm dan panjang mencapai 6 m. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Lapisan mukosa usus halus membentuk lipatan-lipatan kearah lumen yang disebut “vili intestinalis” yang berfungsi untuk menambah luas permukaan penyerapan makanan. Dalam usus halus terjadi proses pencernaan dan penyerapan makanan. Pada  duodenum bermuara saluran dari kelenjar pencernaan (pankreas dan kantung empedu). Pada usus halus terjadi pencernaan sebagai berikut :

a.       Karbohidrat dengan adanya enzim amilase pankreas diubah menjadi glukosa

b.      Protein dengan adanya enzim proteolitik dari pankreas diubah menjadi asam amino

c.       Lemak dengan adanya enzim lipase pankreas diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Lemak sebelumnya diemulsikan dulu oleh empedu yang dihasilkan oleh hati dan disimpan di kantung empedu.

Dalam usus halus juga terjadi penyerapan makanan melalui sel-sel epitel yang menyusun permukaan usus halus. Proses penyerapan berlangsung sebagai berikut :

a.     Karbohidrat : Gula sederhana diserap melalui mekanisme transport aktif menuju kapiler darah di vili intestinalis. Galaktosa merupakan bentuk gula yang siap diserap. Fruktosa diserap melalui difusi terfasilitasi.

b.      Protein : Diserap dalam bentuk asam amino menuju ke kapiler darah melalui vili intestinalis oleh transport aktif.

c.       Lemak : Kebanyakan (60 sd 70 % diemulsifikasi oleh garam empedu dan diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol melalui lacteal di vili intestinalis menuju ke sirkulasi darah melalui lymphatic thoracic duct. Lemak sisanya, yang telah dipecah oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol, terlarut dalam air dan memasuki vili menuju ke hati melalui sistem porta hepatika.

Vitamin dan mineral : vitamin larut lemak akan diangkut melalui lacteal sedangkan vitamin larut air diserap melalui kapiler. Elektrolit seperti Na, Cl, potassium dan Ca diserap melalui dinding usus halus melalui transport aktif.

Gambar 6. Anatomi usus halus
(sumber: http://www.colorado.edu/intphys/Class/IPHY3430-200/image/villi.jpg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: